Reksadana Rontok Gara-gara Donald Trump
Indeks harga saham gabungan atau disingkat IHSG dalam sepekan mulai tanggal 5 - 9 maret mengalami penurunan tajam, kalo kita liat penurunan ini disebabkan faktor eksternal terutama dari amerika, presiden Donald trump mengumumkan kebijakan gila yaitu menaikan tarif import barang tambang yakni baja dan aluminium sebesar 25% dan 10%, efeknya adalah saham saham di sektor pertambangan rontok tajam, contoh aja saham aneka tambang atau disingkat antam yang diawal tahun 2018 superior bahkan sempat menyentuh harga Rp 940/lembar saham kini tersungkur jadi Rp 840/lembar saham(seingat saya harganya segitu) dan itu hanya berlangsung selama 5 hari.
Bukan cuma sektor pertambangan yang tersungkur akan tetapi hampir seluruh sektor juga terjungkal, bahkan saham saham LQ-45 pun juga turut terseret ke zona merah. Dengan melemahnya semua sektor dan saham saham LQ-45 ini membuah reksadana juga ikut tersungkur tajam, misalkan reksadana simas yang saya ikuti, setelah perkasa dalam seminggu dapet profit 2,5% langsung tersapu habis dalam 3 hari, ruginya pun tak tanggung tanggung lebih dari 2,5%, di portofolio saya tertulis -0,7% dan itu hanya dalam waktu 3 hari.
Di hari ke empat IHSG mulai Rebound dari mimpi buruknya, kalo saya baca di internet, para pakar memprediksi IHSG akan naik di hari ke empat dan ternyata benar hampir semua sektor menghijau, di dukung kuat oleh sektor keungan, saham saham seperti bank Mandiri, bank BRI, bank BNI, bank BTN naik cukup menggembirakan, saham lain seperti Telkom dan saham sektor consumers good juga naik, dan yang lebh hebat lagi adalah saham ADHI yang naik tajam, akan tetapi dari semua sektor yang menghijau hanya ada satu sektor yang masih di zona merah yakni sektor pertambangan yang masih terdampak kebijakan trump, reksadana juga langsung melejit termasuk simas yang saya ikuti ^_^, simas yang saya ikuti naik 1,6%, Alhamdulillah, tapi saya yakin badai belum berlalu, IHSG butuh sentimen positif untuk bias kembali pulih, kita bersabar sedikit kawan insya allah IHSG bangkit kembali.
Pak bisa minta no wa nya
BalasHapusSaya ingin belajar invest di bareksa...makasih